Pangium edule

 


 

Pangium edule

dari Wikipedia, ensiklopedia gratis
Langsung ke navigasiLangsung ke pencarian
Pangium edule
Pangium edule Blanco2.391.jpg
Piring dari buku:  Flora de Filipinas
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan:
Plantae
(tidak memiliki peringkat):
Angiospermae
(tidak memiliki peringkat):
Eudicots
(tidak memiliki peringkat):
Rosids
Memesan:
Malpighiales
Keluarga:
Achariaceae
Marga:
Pangium
Jenis:
P. edule
Nama binomial
Pangium edule
Reinw.
Rowal ( Pangium edule ), mentah
Nilai gizi per 100 g (3,5 oz)
Energi462 kJ (110 kkal)
Karbohidrat
23,9 g
Gula14.1 g
Serat makanan6.2 g
Lemak
2 g
Protein
2.3 g
VitaminKuantitas% DV †
Setara Vitamin A.
beta karoten
2%
19 μg
2%
230 μg
Vitamin C
31%
25,8 mg
MineralKuantitas% DV †
Kalsium
2%
15 mg
Besi
17%
2,2 mg
Magnesium
9%
32 mg
Mangan
7%
0,155 mg
Fosfor
7%
52 mg
Kalium
3%
151 mg
Sodium
0%
4 mg
Seng
5%
0,43 mg


Pangium edule  (Bahasa Indonesia:  keluak  atau  keluwak ; Melayu:  kepayang  atau  payang ;  Dusun :  pangi ) adalah pohon tinggi yang berasal dari rawa bakau di Asia Tenggara ( Indonesia  dan  Papua Nugini ). Ini menghasilkan buah beracun besar ("buah sepak bola") yang bisa dimakan dengan fermentasi.

Taksonomi pohon tidak pasti dan mungkin juga digolongkan dalam Flacourtiaceae atau Violales.

Ekologi dan budidaya

Pohon tersebut membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk matang dan bijinya oleh karena itu paling sering dipanen dari pohon liar, karena secara ekonomi tidak layak untuk dibudidayakan. Meskipun beracun bagi manusia, biji pohon tersebut merupakan bagian dari makanan alami babirusa ( Babyroussa babyrussa ).

Penggunaan kuliner

 Biji pangium edule digunakan sebagai bumbu masakan Indonesia (rawon beef stew)

Buah dan bijinya segar mengandung hidrogen sianida dan sangat beracun jika dikonsumsi tanpa persiapan sebelumnya. Bijinya direbus terlebih dahulu dan kemudian dibenamkan dalam abu, daun pisang dan tanah selama empat puluh hari, selama itu berubah dari warna putih krem ​​menjadi coklat tua atau hitam. Metode ini bergantung pada fakta bahwa hidrogen sianida yang dilepaskan melalui perebusan dan fermentasi larut dalam air dan mudah dicuci.

Kernel dapat digiling untuk membentuk kuah hitam kental yang disebut rawon, hidangan populer termasuk nasi rawon, semur daging sapi dengan   pasta keluwek , populer di Jawa Timur dan Tengah, dan  sambal rawon , semur rawon yang dibuat dengan daging sapi atau ayam juga ada di Jawa Timur. . Di Jawa Barat dan Jakarta,  gabus pucung  atau ikan snakehead di  pucung  sup pasta adalah hidangan tradisional yang populer dalam masakan Betawi. Hidangan Toraja  pammarrasan  (bumbu hitam dengan ikan atau daging, kadang juga dengan sayuran) menggunakan  bubuk keluak hitam  Rujukan? ]  Di Singapura dan Malaysia, bijinya paling dikenal sebagai bahan penting dalam  ayam (ayam) atau  babi  (babi)  buah keluak , andalan masakan Peranakan. Suku Dusun dari Kalimantan menggunakan kernel yang ditumbuk ini sebagai bahan utama untuk membuat hidangan khas lokal yang disebut  bosou , ikan fermentasi rasa asam.

Masyarakat Suku Minahasa di Sulawesi Utara memanfaatkan daun muda sebagai sayuran. Daunnya diiris kecil-kecil kemudian dimasak dengan cara dicampur bumbu dan lemak babi atau daging di dalam bambu. Banyak penjual di pasar tradisional Tomohon yang menjual daunnya baik yang diiris maupun tidak.