Porophyllum ruderale merupakan tumbuhan herba tahunan yang daunnya dapat digunakan untuk bumbu masakan. Rasanya digambarkan sebagai "di antara arugula, ketumbar, dan rue". Tanaman ini biasanya ditanam di Meksiko dan Amerika Selatan untuk digunakan sebagai salsa. Ketika sudah dewasa, tanaman ini tumbuh setinggi sekitar 5 kaki (150 cm) dan diameter 3 kaki (91 cm).
Tanaman mudah tumbuh dari biji di tanah yang dikeringkan dengan baik, yang harus dibiarkan mengering di antara penyiraman.
Budaya
Telah digunakan oleh banyak budaya, Porophyllum ruderale dikenal dengan banyak nama, termasuk ketumbar Bolivia , quillquiña (juga dieja quirquiña atau quilquiña ), yerba porosa , killi , pápalo , tepegua , rupay wachi , mampuritu dan pápaloquelite . Meskipun namanya "ketumbar Bolivia", tanaman ini tidak berhubungan secara botani dengan Coriandrum sativum.
Istilah pápaloquelite dan pápalo digunakan di Meksiko, dan ramuan di sana biasanya menyertai taco. Tidak semua orang Meksiko menikmati rasanya, tetapi beberapa merasa bahwa itu meningkatkan rasa taco dan salsa serta sup khas Meksiko.
Di Bolivia biasanya digunakan sebagai bahan bersama dengan tomat dan lokomotif untuk menyiapkan llajwa.
Dalam masakan Puebla, pápalo digunakan sebagai bumbu sandwich cemita tradisional, sejenis torta Meksiko regional.
Pápalo digunakan di era Azteca, tetapi tidak pernah digunakan sebagai obat, hanya sebagai makanan. [ butuh rujukan ]
Satu studi mengklaim bahwa pápalo menunjukkan beberapa manfaat kesehatan seperti menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah, dan membantu pencernaan.